Selasa, 21 Januari 2014

Sejarah Munculnya Olahraga Sepeda Gunung

sepeda gunung
  Munculnya olahraga sepeda gunung dimulai pada 1970-an di California, Amerika Serikat. Gunung Tamalpais, lebih dikenal dengan Mt. Tam, dianggap sebagai tempat asal olahraga sepeda gunung. Tokoh-tokoh yang dikenal sebagai pendiri olahraga sepeda gunung antara lain Joe Breeze, Gary Fisher, Charlie Cunningham, Keith Bontrager dan Tom Ritchey yang mengalihkan sepeda jenis penjelajah dan sepeda berban balon menjadi mesin bertenaga manusia yang mampu melewati berbagai kondisi jalan. 

Penemu olahraga sepeda gunung adalah pesepeda downhill murni. Mereka mengangkut sepeda ke atas gunung dengan truk dan berpacu menuruni bukit (downhill). Mereka menggunakan rem coaster dalam rangka mengurangi kecepatan di turunan. Namun, rem jenis ini menjadi panas selama jalur menurun sehingga mereka harus melumuri kembali dengan pelumas sebelum jalur turunan berikutnya. Mekanisme rem ini kemudian digantikan dengan rem cantilever yang lebih ringan dan kuat. Pada saat yang sama, para pesepeda merasa mereka perlu mendaki bukit atau gunung untuk menikmati berkendara di tanjakan, maka lahirlah sepeda dengan multi-speed dilengkapi persneling dan gigi sebagai bantuan mendaki bukit dan gunung bagi pesepeda.

Banyak yang berubah setelah 1970-an. Popularitas berkembang dan banyak perusahaan mengambil langkah untuk menyatakan perhatian. Sekarang, komponen khusus untuk sepeda gunung telah dikembangkan untuk performa sepeda gunung yang lebih baik. Seseorang bisa menggunakan sepeda suspensi penuh dengan cakram rem lebih murah dibanding road bike berkaliber sama. Meningkatnya jumlah pembalap profesional membantu perkembangan teknologi sepeda gunung. Seiring meningkatnya level kompetisi, level performa sepeda gunung juga meningkat, memastikan pesepeda level amatir mengendarai sepeda berteknologi siap lomba dengan harga jual sepeda yang terjangkau.

Selama awal 1990-an, para juara seperti John Tomac dan Ned Overend mendominasi ajang lomba sepeda gunung. Di tahun 1996, event sepeda gunung pertama Atlanta Olympic diselenggarakan. Juaranya adalah Bart Jan Brentjens dari Belanda. Pada 1995, game ekstrim pertama diselenggarakan di berbagai kota di Amerika. Salah satunya adalah ajang Downhill Mountain Biking. Di 1997, Winter X-Games lahir, tentu dengan lomba sepeda gunung juga.

Dibanding kegiatan luar ruang lainnya, olahraga dan rekreasi sepeda gunung tergolong baru. Sejak 1970-an, banyak aspek sepeda gunung dikembangkan dan diperbaiki orang seiring ditemukannya berbagai gaya mengendarai sepeda gunung mereka. Sebagai tambahan, ratusan jenis dan macam peralatan dan perlengkapan tersedia di pasaran untuk memenuhi kebutuhan ribuan peminat. Evolusi tak terhindarkan ini memantapkan jalan para pesepeda gunung untuk menikmati olahraga sepeda gunung secara lebih baik dan bagi  banyak orang untuk mencoba olahraga menakjubkan ini. Untuk saat ini sudah banyak berbagai jenis sepeda gunung yang dijual di pasaran baik di situs jual beli online maupun di toko-toko sepeda.

Minggu, 12 Januari 2014

Tips Bepergian dengan Sepeda antar kota/ negara

Anda senang berolahraga sepeda? mungkin ingin mencoba tantangan atau sensasi baru bersepeda dengan rute di luar dari kota tinggal. Bagaimana jika bersepeda ke luar kota atau mungkin antar negara ? Biasanya kalau kita bersepeda ke luar kota yang lebih dekat, misalnya jakarta-bandung pasti sepedanya dibawa di dalam atau di belakang mobil.

Bagaimana jika ke tempat jauh yang melibatkan pesawat terbang? Ada 4 opsi:
  1. Rental sepeda
    Opsi paling mudah, namun kadang menjadi masalah karena beda style dan kondisi sepeda tidak optimal. Sewa sepeda berkisar dari Rp 30rb-150rb per hari tergantung kota.
  2. Bongkar sepeda full-bike, packing ke kardus, lalu masukkan ke dalam bagasi pesawat.
  3. Bongkar minimalis, kirim dengan jasa ekspedisi, nanti tinggal ambil di kota tujuan.
  4. Beli sepeda lipat (Seli), tinggal lipat dan packing ke dalam bagasi. Untuk harga jual sepeda lipat bisa anda lihat di berbagai situs jual beli online maupun juga di toko offline sepeda.
Masing-masing ada plus dan minus, yang mungkin tidak perlu dibahas Anda sudah bisa ambil judgement sendiri. Yang penting enjoy gowes-nya, kan?
Nah yang mau di-share di sini adalah tips saya untuk opsi ke-4 yaitu membawa Sepeda Lipat ke dalam bagasi pesawat.
  1. Beli cover sepeda lipat.
    Cover ini bukan fully untuk melindungi sepeda, namun berfungsi membungkus sepeda setelah diberi perlindungan di dalamnya. Yang paling mahal adalah koper merek Tern (~ Rp 1jt-an), bentuknya persis koper biasa namun dimensinya telah disesuaikan dengan ukuran sepeda setelah dilipat. Atau bisa beli cover Dahon (~Rp 500rb) bahannya tebal seperti bahan koper. Lebih murah lagi adalah bahan parasut cover merek Tern (~Rp 329rb), memang tipis tapi bisa dijinjing di bahu.
  2. Kurangi tekanan di dalam ban.
    Ini adalah perintah keselamatan bandara, jadi sebaiknya Anda lakukan sebelum dibungkus.
  3. Saat tiba di bandara, carilah Wrapping Service.
    Wrapping dengan plastik gunanya untuk membuang udara dalam cover, membuat ukuran menjadi compact, sekaligus melindungi cover sepeda juga (cover parasut paling mudah robek/bolong). Jasa wrapping ini sekitar Rp 35rb, ada di Bandara Soekarno-Hatta, di Denpasar Airport, Changi Airport T3, bandara lain belum dicoba.
  4. Pada saat check-in, beritahu petugas kalau Anda membawa sepeda utk bagasi ini, otomatis akan diberikan label Fragile dan (mungkin) akan dibawa terpisah oleh petugas, tidak lewat belt bagasi check-in biasa, sehingga resiko benturan di belt dapat berkurang.
  5. Untuk sepeda lipat, beratnya sekitar 12-14 kg, sehingga pastikan Anda membeli bagasi yang cukup untuk budget airlines. Untuk full-service airlines seperti Garuda atau Singapore Airlines sejauh ini tidak masalah checkin dengan koper satu lagi (7-8kg).
  6. Saat tiba di Airport tujuan, cek apakah keluarnya di belt umum atau di belt Odd-size baggage.
  7. Jangan bongkar dulu packaging atau wrapping ini, hingga di kamar hotel.
    Pertama, ada hotel yg tidak mengizinkan sepeda dibawa sampai ke kamar (padahal kita perlu membongkar dan melakukan adjustment), jadi sebisa mungkin jangan sampai ketahuan jelas kalau kita bawa sepeda.
    Kedua, wrapping yang ada bisa dipakai ulang saat mau bungkus pulang lagi (opsional, menyiasati wrapping service jika mahal di Airport tujuan).Jika Anda selalu membeli lagi wrapping service, maka bekas wrapping yang lama bisa dipakai untuk melindungi frame sepeda atau daerah sensitif lainnya.
  8. Setiap kali selesai main sepeda, baiknya dibungkus dengan cover, lalu simpan di concierge. Jadi kita tidak perlu repot-repot bawa ke kamar lagi.
  9. Pengalaman saya, setiap kali memasukkan sepeda dalam bagasi, akan ada minimal satu bagian frame yang cat-nya tergores, entah karena gesekan dengan part lain atau benturan saat handling di bagasi. Ini akan menjadi bagian yang dilindungi saat bepergian berikutnya. Jika Anda terlalu sayang dengan sepeda yang ada, pertimbangkan untuk membeli yang lebih murah untuk travelling.

Rabu, 08 Januari 2014

Bagaimana Memilih Sepeda Gunung yang Tepat

Bagi Anda yang memiliki hobi bersepeda gunung (mount bike), sebaiknya Anda harus memutuskan sekian banyak dari beberapa sepeda gunung yang beredar dipasaran? Bagaimanakah cara mencari sepeda gunung yang tepat untuk diri anda? Simak artikel berikut ini.
Kebanyakan sepeda gunung memang tampak keren. Namun, bagaimana dengan ketahanannya, kualitas, harga jual sepeda, merek dan kenyamanan? Hal-hal inilah yang akan muncul di pikiran Anda. Berikut beberapa tips yang akan mempermudah Anda membangun sepeda gunung.

1. Merek
Pertimbangan pertama ketika membeli sepeda gunung adalah mereknya. Untuk rangkanya bisa dari merek Yeti, Trek, Turner, Specialized S, Schwinn. Untuk suspensi depan, Fox atau Rockshox dan untuk kit penggeraknya dari Shimano, SLX atau Race Face. Kemudian, untuk ban bisa dari Maxxis atau Kenda.

2.Berat
Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah beratnya, makin ringan makin bagus. Namun sayangnya, makin ringan sepeda, harganya pun makin mahal. Berat sepeda ditentukan oleh komponen dan ukuran sepeda.
Sepeda ringan terbuat dari alumunium dan yang teringan terbuat dari serat karbon. Selain itu, sepeda gunung ada dua macam, sepeda bersuspensi dua (depan dan belakang) dan suspensi satu (depan).

3. Ukuran
Ukuran sepeda sangat penting dan tergantung pada tinggi Anda. Jika Anda termasuk tinggi, rangka lebih panjang pun dibutuhkan. Mencari rangka juga sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan Anda dan mengurangi sakit ketika berkendara.
Ukuran dan lebar ban juga tergantung medan. Ban lebar memiliki daya cengkeram pada permukaan bumi lebih kuat, sedangkan ban kecil bisa lebih ringan dan melaju kencang serta mudah dikendalikan.
Selain itu, Anda juga harus mempertimbangkan ukuran stang sepeda, jika pilihan Anda tepat maka kendali sepeda akan lebih mudah. Bereksperimenlah dengan stang untuk mencari yang sesuai dengan Anda.
Dengan mempertimbangkan merek, ukuran dan berat sepeda gunung, Anda bisa mendapatkan sepeda yang sempurna. Mari bersepeda!
Nitip lapak gan jual jersey real madrid :D

Bagaimana Memilih Sepeda Gunung yang Tepat

Bagi Anda yang memiliki hobi bersepeda gunung (mount bike), sebaiknya Anda harus memutuskan sekian banyak dari beberapa sepeda gunung yang beredar dipasaran? Bagaimanakah cara mencari sepeda gunung yang tepat untuk diri anda? Simak artikel berikut ini.
Kebanyakan sepeda gunung memang tampak keren. Namun, bagaimana dengan ketahanannya, kualitas, harga jual sepeda, merek dan kenyamanan? Hal-hal inilah yang akan muncul di pikiran Anda. Berikut beberapa tips yang akan mempermudah Anda membangun sepeda gunung.

1. Merek
Pertimbangan pertama ketika membeli sepeda gunung adalah mereknya. Untuk rangkanya bisa dari merek Yeti, Trek, Turner, Specialized S, Schwinn. Untuk suspensi depan, Fox atau Rockshox dan untuk kit penggeraknya dari Shimano, SLX atau Race Face. Kemudian, untuk ban bisa dari Maxxis atau Kenda.

2.Berat
Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah beratnya, makin ringan makin bagus. Namun sayangnya, makin ringan sepeda, harganya pun makin mahal. Berat sepeda ditentukan oleh komponen dan ukuran sepeda.
Sepeda ringan terbuat dari alumunium dan yang teringan terbuat dari serat karbon. Selain itu, sepeda gunung ada dua macam, sepeda bersuspensi dua (depan dan belakang) dan suspensi satu (depan).

3. Ukuran
Ukuran sepeda sangat penting dan tergantung pada tinggi Anda. Jika Anda termasuk tinggi, rangka lebih panjang pun dibutuhkan. Mencari rangka juga sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan Anda dan mengurangi sakit ketika berkendara.
Ukuran dan lebar ban juga tergantung medan. Ban lebar memiliki daya cengkeram pada permukaan bumi lebih kuat, sedangkan ban kecil bisa lebih ringan dan melaju kencang serta mudah dikendalikan.
Selain itu, Anda juga harus mempertimbangkan ukuran stang sepeda, jika pilihan Anda tepat maka kendali sepeda akan lebih mudah. Bereksperimenlah dengan stang untuk mencari yang sesuai dengan Anda.
Dengan mempertimbangkan merek, ukuran dan berat sepeda gunung, Anda bisa mendapatkan sepeda yang sempurna. Mari bersepeda!
Nitip lapak gan jual jersey real madrid :D